K3LH-X-TKJ-SMK

Mengetahui prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Memperagakan cara merakit komputer dengan baik dan benar.
Mendemonstrasikan cara merakit komputer dengan memperhatikan Keselamatan Kerja.menjelaskan diagram blok komputer dan fungsi masing-masing;
Difinisi :
  1. filosofi:àK3 
    Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.
  2. Keilmuan:àK3
    Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
  3. Praktis:àK3
    Upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan ditempa kerja, serta melakukan pekerjaan di tempat kerja maupun sumber dan proses produksi dapat secara aman dan efisien dalam pemakaiannya.
  4. Menjamin kesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya.
  5. Mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan PAK (Penyakit Akibat Kerja)
Menjamin:
1)    Setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan
               atas keselamatannya
2)    Setiap sumber produksi dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien
3)    Proses produksi berjalan lancer
Persiapan dan Keselamatan kerja dalam Merakit PC
  1. Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik.
  2. Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang belum diketahui apakah masih baik atau tidak.
  3. Sebaiknya tidak menggunakan AVO meter apabila motherboard masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal.
Persiapan dan Keselamatan kerja dalam Merakit PC
  1. Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter.
        AVOmeter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala-jala listrik rumah anda saja.
5.    Bila anda sudah mengetahui lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam cashing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum.
Persiapan dan Keselamatan kerja dalam Merakit PC
Bila type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu khawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur 24 tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda.
Menerapkan Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3LH)
Mendeskripsikan Kesehatan
Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya.
Status kesehatan seseorang, menurut Blum (1981)
  1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan)
  2. Perilaku yang meliputi : sikap, kebiasaan, tingkah laku
  3. pelayanan kesehatan : promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasigenetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia
Mendeskripsikan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Mendeskripsikan Keselamatan Kerja
Secara filosofis, keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan manusia baik jasmani maupun rohani serta karya dan budayanya yang tertuju pada kesejahteraan manusia pada umumnya dan tenaga kerja pada khususnya.
Secara keilmuan, keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya yang mempelajari tentang tata cara penanggulangan kecelakaan kerja di tempat kerja .
Mendeskripsikan Keselamatan Kerja
Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby  Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi  masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut
Mendeskripsikan Keselamatan Kerja
Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja
Mendeskripsikan Keselamatan Kerja
Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan
Menurut Mangkunegara (2002, p.163) Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur
Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum
Indikator penyebab keselamatan kerja
a)Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi:
1. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang  berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya.
2. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak
3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.
Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi:
1. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak.
2. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan.
Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja
a)      Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis
b)      Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin
c)       Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya
d)      Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai
e)      Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja
f)       Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja
g)      Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
Dasar hukum keselamatan kesehatan kerja
Undang-undang nomor 1 tahun 1970 yaitu tentang keselamatan kerja meliputi:
v  1) Bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional
v  2) Bahwa setiap orang lain yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya
v  3) Bahwa setiap produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien
UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN YANG MENGATUR PELAKSANAAN K3
v  Pada awalnya pelaksanaan K3 mengacu kepada Veiligheidsreglement tahun 1919 (Stbl.No.406), namun dengan dikeluarkannya Undang-undang nomor 14 tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Pekerja, maka disusun undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi. Undang-undang tersebut adalah Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Gambar perlengkapan safety
Mendeskripsikan Kecelakaan Kerja
Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses
Pengertian Hampir Celaka
Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”, adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yangsedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses .
Faktor – faktor Kecelakaan Kerja
Þ     Sembrono dan tidak hati – hati
Þ     Tidak mematuhi peraturan
Þ     Tidak mengikuti standar prosedur kerja
Þ     Tidak memakai alat pelindung diri
Þ     Kondisi badan yang lemah
Berikut berbagai arah K3
v  Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya
v  Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
v  Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
v  Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi
Keluhan yang sering terjadi saat menggunakan computer
Penggunaan komputer secara terus-menerus dapat menyebabkan keluhan-keluhan pada beberapa anggota tubuh, misalnya “Ah, otot leher saya rasanya kaku dan pegal semua!” atau “Mengapa mata saya menjadi kabur? Apakah saya terlalu lama di depan komputer?”.
Mengurangi beberapa keluhan saat menggunakan komputer
Untuk mengurangi beberapa keluhan tersebut,faktor penggunaan komputer merupakan hal utamayang perlu diperhatikan. Dari hasil penelitian paraahli, tempat kerja harus dirancang dengan tepat.
Contohnya
adalah dengan menempatkan papan ketik dan tempat duduk pada ketinggian yang tepat.

Selain posisi duduk, mata juga harus diperhatikan. Mata merupakan indera yang bekerja paling keras saat anda menggunakan komputer. Oleh karena itu,anda harus memperhatikan mata anda sehingga keluhan mata, seperti iritasi mata atau kelelahan mata dapat dihindari.
K3 dalam menggunakan perangkat TIK
  1. Mengatur posisi duduk
  2. Memperkirakan jarak pandang dengan monitor
  3. Menggunakan computer dan teknologi computer sesuai prosedur
Cara posisi duduk saat menggunakan komputer
  1. Kaki ditempatkan dengan posisi kaki kiri agak maju dan kaki kanan sedikit agak ke belakang
  2. Tangan diletakkan di keyboard dengan posisi yang benar menurut sistem pengetikan mengggunakan sistem 10 jari
  3. Posisi badan jangan bungkuk, tapi usahakan tegak dan rileks karena dapat menyebabkan kelelahan pada bagian otot, terutama pada pinggang yang mudah lelah
  4. Pandangan mata usahakan ke naskah yang akan disalin/diketik
Cara menjaga kesehatan mata saat menggunakan komputer
  1. Istirahatkan mata anda, dengan melihat  pemandangan yang bernuansa sejuk dan jauh ke depan secara rutin.
  2. Jagalah agar kacamata atau lensa kontak (jika anda menggunakannya), dan layar tampilan selalu bersih.
  3. Gunakan tambahan layar anti radiasi
  4. Usahakan jarak dari mata ke monitor minimal ½ meter bagi monitor standar
  5. Atur resolusi warna dengan baik. Begitu juga dengan kecerahan monitor jangan terlalu terang atau gelap
  6. Ketika bekerja dengan komputer, penerangan dalam ruangan tersebut haruslah cukup
Menggunakan computer dan teknologi computer sesuai prosedur
Seluruh perangkat teknologi informasi dan komunikasi, baik hardware maupun software-nya  telah dilengkapi standart tertentu, termasuk standart untuk kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, bacalah terlebih dahulu petunjuk yang diberikan bersamaan dengan produk yang kita beli/gunakan
DASAR HUKUM K3
Pasal 27 (2) UUD1945
Undang-undang Ketenagkerjaan
Pasal 86
          UU No.1/1970
           Per. Menaker No. 05/Men/1996
           Kep.Menaker No. Kep.19/Men/1997
          Pasal 87
          PP Penerapan SMK6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Dan Fungsi Tentang CD-ROM dan CD-RW Drive

Jenis dan Cara Pengaturan BIOS